Himbauan Pelarangan Penjualan Telur Ayam Tetas (Infertil)

Himbauan Pelarangan Penjualan Telur Ayam Tetas (Infertil)

Murexs.com Sumatera Selatan–Maraknya pemberitaan tentang larangan konsumsi telur ayam Interfil atau telur HE. Dinas Perdagangan Sumatera Selatan mengeluarkan surat edaran tentang larangan penjualan telur ayam yang tidak menetas (Interfil) di kalangan masyarakat.

Telur HE berarti telur yang gagal ditetaskan (Interfil) lalu dijual kembali untuk dikonsumsi. Padahal telur HE ini tidak layak konsumsi karena cepat membusuk dan waktu penyimpanan cenderung lebih pendek, hanya satu minggu dari talur biasanya. Telur HE memiliki ukuran yang sama dengan telur pada umumnya namun memiliki ciri fisik putih dan agak pucat.

“Untuk mengantisipasi beredarnya issue telur ayam tetas (Interfil) di pasar tradisional, bersama ini disampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Diharapkan kepada Dinas yang membidangi berdagangan bersama-sama dengan Satgas Pangan dan Tim TPID setempat untuk memonitoring di lapangan dan menghimbau serta melarang pelaku usaha memperjualbelikan telur tetas (Interfil) sebagai telur konsumsi.
  2. Apabila masih ada pelaku usaha yang memperjualbelikan telur tetas (Interfil) sebagai telur konsumsi maka akan dikenakan sanksi menurut Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
  3. Menghimbau kepada masyarakat sebagai konsumen agar tidak membeli telur tetas (Interfil) dikarenakan tidak layak untuk dikonsumsi serta mengandung banyak bakteri dan Salmonelia”. Iwan Gunawan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan.

Karena berasal dari telur yang tak terpakai atau produk buangan breeding, harga telur HE ini sangat murah. Harganya hanya berada di kisaran Rp 4.000 – Rp 10.000/kg, jauh di bawah harga telur ayam ras yang umumnya dijual di pasar di atas Rp 20.000/kg. Maraknya penjualan telur HE ini membuat harga jual telur ayam ras jatuh harga dan hanya 11.000/kg dikalangan peternak. (Julia)

Umum