Pegawai RSUD Rupit Menjerit Ketakutan di depan Kantor DPRD Musi Rawas Utara

Pegawai RSUD Rupit Menjerit Ketakutan di depan Kantor DPRD Musi Rawas Utara

Murexs.com Muratara–Seruan aksi dalam menuntut hak para pegawai rumah sakit dalam menangani virus Covid-19 yang sesuai dengan prosedur dilakukan oleh Pegawai RSUD Rupit di depan kantor DPRD Musi Rawas Utara Selasa, (28/04/2020) pukul 10.00.

Aksi tersebut digelar oleh seluruh Perawat dan beberapa dokter RSUD Rupit karena pasien positif virus Covid-19 dikarantina dalam ruangan VIP oleh direktur RSUD Rupit dr. Herlina tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada mereka. Dari aksi tersebut mereka menuntut hak mereka sebanyak 18 point yang terangkum dalam berkas yang akan mereka sampaikan di depan anggota DPRD Musi Rawas Utara.

Dalam Surat Terbuka yang tertuju kepada Direktur RSUD Rupit mereka merasa keberatan dan prihatin yang sangat mendalam terhadap kondisi yang mereka alami dilapangan saat ini, seperti kelayakan fasilitas kerja sesuai dengan standar, memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan standar penanganan virus Covid-19 ini. Mereka sebelumnya sudah menuntut hak mereka kepada menegement RSUD Rupit namun belum mendapatkan tanggapan yang positif dari pihak manegement.

Tim kepolisian dari Polres Musi Rawas Utara memerintahkan agar para pegawai RSUD Rupit kembali bekerja untuk menghindari kerumunan.
“Kepada seluruh kawan-kawan semua agar kembali bekerja dan menjaga ketertiban guna mematuhi peraturan pemerintah yang melarang melakukan perkumpulan, dan unjuk rasa. Untuk itu kami himbau kepada seluruh Perawar RSUD Rupit untuk kembali menjalankan tugasnya di rumah sakit”. Kata Rezi Salah satu anggota kepolisian.

Namun mereka baru ingin membubarkan diri jika ada 10 perwakilan dari mereka menyampaikan aspirasi dan duduk bersama DPR.
“Kami hanya menuntut hak kami sebagai pegawai rumah sakit pak, dalam menghadapu masalah penanganan virus Covid-19 ini yang sesuai dengan prosedur. Dan aksi kami ini murni dadakan tanpa direncanakan. Kami akan melakukan sosial distancing pada aksi kali ini dengan menjaga jarak minimal 1 meter dan kami sudah menggunakan perlengkapan masker sesuai dengan prosedur. Kami akan membubarkan diri jika diperkenankan 10 orang perwakilan kami masuk dan duduk bersama DPR guna membahas masalah ini”. Kata Salah satu pegawai RSUD Rupit.

“Kami minta keselamatan diri kami, karena kami berada dalam garis terdepan dalam memerangi virus Covid-19 ini. Pasien yang terkonfirmasi Virus Covid-19 kemarin diisolasi diruangan VIP sedangkan seharusnya ada ruangan khusus untuk mengisolasi pasien positif covid-19, sedangkan kami kekurangan APD untuk menangani pasien tersebut. Sebelum Alkes kami lengkap, kami tidak mau masuk keruang isolasi pasien positif Covid-19 tersebut, karena kami bukan tim menangani Covid-19 melainkan tim VIP menangani pasien lainnya namun, ruangan kami di pakai untuk mengisolasi pasien positif Covid-19 tersebut. Dan kami meminta pertanggung jawaban dari Direktur RSUD Rupit”. Kata Seorang perawat RSUD Rupit. (Julia)

Kesehatan