Pengambilan Sampel Darah Terhadap Para Pedagang Pasar Tradisional Di Lubuklinggau

Pengambilan Sampel Darah Terhadap Para Pedagang Pasar Tradisional Di Lubuklinggau

Murexs.com Lubuklinggau
Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Lubuklinggau yang juga Walikota Lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe akan melakukan pengambilan sampel darah terhadap para pedagang pasar tradisional di Kota Lubuklinggau.

Hal ini diungkapkan Nanan, sapaan orang nomor Satu di Bumi Sebiduk Semare itu disela melakukan peninjauan sekaligus melakukan imbauan kepada pedagang Pasar Inpres Kelurahan Pasar Pemiri Kecamatan Lubuklinggau Barat II kepada wartawan, Rabu (13/5/2020), terkait penerapan Kawasan Tertib Covid 19 di pasar Tradisional Inpres yang berada dijantung Kota Lubuklinggau.

Tak hanya itu, di kawasan Pasar Inpres petugas gugus tugas juga melakukan thermo gun secara acak kepada pedagang dan orang di sekitar pasar.

“Kita sudah keliling berapa kali ke pasar, paling yang tidak pakai masker ada. Cuma rata-rata sudah pakai masker semua. Kalaupun ada ditemukan lagi, paling dia lagi merokok, paling model seperti itu,” ujarnya.

Sehingga dengan hasil yang sudah dilakukan pihaknya dilapangan, ia menganggap penerapan kawasan tertib covid 19 sudah efektif. “Dan langkah selanjutnya kita akan melakukan pendeteksian dini seperti tadi kita melakukan thermo gun keseluruh pedagang dan orang-orang disekitar pasar. Nah ini juga rutin nanti kita lakukan lagi,” katanya.

Nanan mengaku, kemungkinan, Kamis (14/5/2020) atau Jumat (15/05/2020) pihaknya akan mengambil sampel darah dari beberapa pedagang maupun pembeli yang ada dipasar.


Sementara itu, ditanya mengenai apakah kota Lubuklinggau juga akan menerapkan PSBB, Nanan mengaku hal itu harus ada kajian dari tim medis.

“Yang jelas kan kita nunggu kajian dari tim mdis kita, ya kita akan lihatlah,” ungkapnya.

Meski begitu menurutnya, PSBB atau tidak PSBB yang jelas atau paling utama adalah membuat polanya lebih dulu.
“Pola penyikapan bagaimana dimana masyarakat. Artinya sosialisasi, kemudian juga kita membuat pola seperti kawasan tertib covid 19. Sistem pola sudah kita bangun dengan membuat kawasan-kawasan tertib covid,” bebernya.

Artinya, kata Walikota, makna yang tersirat didalam PSBB itu sendiri sebenarnya seperti yang sudah dilakukan pihaknya saat ini.
“Ada PSBB juga tetap saja sandang pangan tetap boleh buka. Bedanya cuma orang harus tertib pakai masker, orang bermobil tidak boleh banyak, cuma seperti itu. Jadi apa bedanya seperti kita kawasan ini,” timpalnya.

Sebab maknanya itu, sambunya yakni tetap saja diminta masyarakat optimalisasi tentang kerumunan, jaga jarak, optimalisasi tetap pakai masker, untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting dan harus sering cuci tangan. Kita lakukan PSBB sekarang, keluar, kalaupun kita tidak mampu nanti mencegah masyarakat, maka sia-sia saja PSBB,” ujarnya.

Karena apa? Kata Nanan karena saat ini menjelang lebaran. “Ini menjelang lebaran. Sulit bagi kita. Disisi lain masalah ekonomi. Ekonomi itu apa? Kalau kita PSBB, maka bisa diyakinkan ekonomi masyarakat kita tidak akan berjalan. Karena akan lebih banyak pengetatan-pengetatan yang akan lebih banyak lagi,” jelasnya.


Kemudian kalau sudah banyak, maka yang berdagang sedikit, pembelinya juga jarang. “Nah ini merugikan masyarakat sendiri. Nah sekali lagi yang penting saat ini dan insya Allah tim medis kita sudah bisa menangani segalanya,” ujarnya.

Pantauan koranSN, Ketua Tim GTPP Covid-19 , H.SN Prana Putra Sohe bersama Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa, tak hanya berkeliling dikawasan pasar Inpres dengan berjalan kaki hingga ke Jalan Kalimantan. Akan tetapi dengan menaiki kendaraan, memegang pengeras suara memberikan pengertian betapa pentingnya mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Lubuklinggau ini sudah zona merah, mari kita jaga agar virus corana tidak meluas. Mari kita bersama-sama untuk memerangi Corona ini,“ pungkasnya.

Sementara itu Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa menambahkan, apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota ( Pemkot ) Lubuklinggau telah maksimal. Oleh sebab itu harus didukung, yakni dengan cara masyarakat harus mematuhinya.

“Berbagai upaya telah dilakukan Pemkot, penyekatan, jam malam, pemberian sembako semua telah dilakukan. Nah kalau pemerintah telah memberikan kewajibannya, masyarakat telah menerima haknya, tolong masyarakat untuk memenuhi kewajibannnya,“ pungkasnya.(*).

Umum