Penggerak PKK Desa embacang baru ilir Membuat Cairan Disinfektan

Penggerak PKK Desa embacang baru ilir Membuat Cairan Disinfektan

Murexs. Com Muratara

–Mewabahnya virus Corona (Covid-19) yang melanda wilayah di Indonesia, membuat masyarakat harus lebih waspada. Sebagai antisipasi penyebaran virus Covid-19, pemerintah meminta kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan kondisi tubuh, dan hindari berkumpul banyak orang dan selalu gunakan masker serta cairan pembersih tangan (hand sanitizer).”kamis (9/4).

Sebagai antisipasi penyebaran virus Covid-19, sejumlah masyarakat di Indonesia banyak melakukan inovasi membuat cairan pembersih tangan dan desinfektan dengan bahan-bahan yang terbilang cukup sederhana, mudah didapat dan dengan harga yang terjangkau (murah).

Hal tersebut dilakukan, karena semakin tingginya harga cairan pembersih tangan, desinfektan dan masker yang semakin langka di pasaran sejak mulai merebaknya virus Covid-19 tersebut.

Salah satu inovasi warga seperti yang dilakukan oleh Ibu-ibu penggerak PKK Desa embacang baru ilir, Kecamatan karang Jaya , Kabupaten Muratara, Sumatra Selatan membuat cairan pembersih tangan untuk membantu warga dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Kami selaku kader tim penggerak PKK Desa embacang baru Ilir , Kecamatan karang Jaya membuat sendiri cairan pembersih tangan, dan mendapat instruksi langsung dari ibu TP PKK Kabupaten Muratara, ”kata ida kartubi , Ketua TP PKK Desa embacang baru Minggu (22/3/2020).

Bergotong royong membuat hand sanitizer.
Ida kartubi mengatakan, membuat inovasi cairan pembersih tangan (hand sanitizer) ini, karena virus Covid-19 makin mewabah dan ditambah lagi harga hand sanitizer di pasaran harganya sekarang ini sudah mahal. Sehingga sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyebaran virus tersebut, kami bersama kader PKK dan pemuda Desa embacang baru Ilir bergerak dan berupaya melakukan penanganannya dengan melakukan inovasi sendiri yang di bimbing ibu lia mustika syarif selaku ketua TP PKK Kabupaten .

“Sekarang ini, sudah sulit didapat cairan sanitizer di toko-toko seperti Indomart dan Alfamart. Sehingga kita melakukan inovasi membuat sendiri cairan sanitizer tersebut,”ucapnya.

Sebelum membuat hand sanitizer bersama puluhan ibu-ibu kader PKK Desa embacang baru Ilir , kata ida kartubi , dirinya mendapat informasi langsung dari ibu tp pkk Kabupaten . Lalu mempelajarinya bersama para pemuda desa bagaimana cara membuat sendiri cairan pembersih tangan dengan bahan dasar yang murah dan mudah didapat seperti alkohol serta tanaman alami yang seperti .

“Setelah mengetahui cara pembuatannya, kami ibu-ibu kader PKK bersama-sama membuat hand sanitizer. Kami juga memanfaatkan tanaman lidah buaya yang kami tanam di kebun Toga. Kemudian cairan pembersih tangan itu, kita bagikan kepada warga Desa Pasuruan secara gratis,”ujarnya.

Dikatakannya, padahal kader ibu-ibu PKK desa kami (embacang baru Ilir ) begitu sangat antusias melakukan aksi sosial dalam memerangi bencana penyebaran virus korona.

“Jadi untuk sementara ini, kami tidak membuat cairan pembersih tangan karena kami masih kesulitan mendapatkan alkohol sebagai bahan baku utamanya. Ya Alhamdulillah mas, ada beberapa liter cairan hand sanitizer yang sudah kita bagikan ke warga. Kegiatan ini, akan terus kita lakukan secara bertahap,”jelasnya.

Kendi besar atau padasan untuk menyimpan hand sanitizer.
Sementara penggiat literasi motor pustaka, Sugeng Hariyono menuturkan, mulai mewabahnya virus Covid-19, warga Desa Pasuruan juga siaga melakukan pencegahan virus tersebut.

Menurutnya, selain melakukan inovasi membuat cairan pembersih tangan, warga juga membuat tempat cuci tangan sederhana dari kendi besar yang terbuat dari tanah liat.

“Inovasi buat tempat cuci tangan dan membuat cairan pencuci tangan merupakan inisiasi para pemuda desa Pasuruan bersama pak Kades kartubi. Kalau untuk kendi tempat cuci tangan, dipasang di depan halaman rumah warga masing-masing,”Tutupnya .

(putra/murexs)

Umum