DPRD Kabupaten Muratara Tolak RUU Omnibus Law Cipta kerja

DPRD Kabupaten Muratara Tolak RUU Omnibus Law Cipta kerja

Murexs.com Muratara –  Audiensi yang di gelar Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) bersama dengan Aliansi Masyarakat Muratara bersatu menghasilkan keputusan sepakat menolak  Undang-undang (UU) Omnibus Law cipta kerja, Senin (12/10/2020 )

Seperti yang  di sampaikan Wewen warga Desa Mandi Angin yang mewakili dari aliansi masyarakat Muratara menyampaikan dengan tegas, Jika tidak ada kesepakatan atau kata-kata yang bisa meyakinkan masyarakat, maka dengan  tegaskan masyarakat bersama dengan mahasiswa di Kabupaten Muratara akan adakan orasi yang lebih besar lagi .

“Kami tidak setuju dengan keputusan para DPR-RI yang telah mengeluarkan UU Omnibus Law cipta kerja dengan tempo waktu yang sesingkat itu, perlu di ketahui bahwa negara-negara lain membahas tetang UU Omnibus Law perlu waktu yang sangat panjang, bahkan sampai dengan Lima Tahun baru bisa di putusakan,” ucapnya saat menyampaikan di depan  seluruh praksi DPRD Muratara.

Lanjutnya, Hal yang wajar jika masyarakat Indonesia berfikir atau menaruh kecurigaan besar kepada DPR-RI, dengan tempo waktu sekitar lima bulan UU Omnibus Law sudah di sahkan ada apa sebenarnya.

“Dengan ini kami meminta kepada seluruh praksi praksi baik itu dari praksi praksi  DPRD Kabupaten Muratara segera mengambil keputusan terkait UU Omnibus Low Cipta kerja tersebut, sebelum masa  yang lebih besar dari sebelumnya kembali turun ke lapangan ,” ungkapnya dengan tegas .

Setelah beberapa jam melakuan mediasi sekaligus memaparkan terkait UU  Omnibus Law cipta kerja, Ketua DPRD Muratara Efriansyah S.Sos  selaku yang memimpin audiensi ini dengan tegas menyetujui penolakan UU Omnibus Law Cipta kerja

“Tadi kami rapat terlebih dahulu, sebelum masuk keruangan ini, Dengan kesepakatan bersama  bahwa kita akan meneruskan kepada bapak Presiden tentang penolakan UU Omnibus law cipta kerja. Para anggota dewan yang ada di Kabupaten Musi Rawas Utara setuju dengan hasil yang telah di sepakati,” ungkap ketua DPRD Kabupaten Muratara .

Dimana dalam keputusan tersebut, menghasilkan kata sepakat Bahwa 25 DPRD setuju untuk menolak UU Omnibus law. 

 Ketua DPRD Muratara Efriansyah juga menegaskan, “Kami ini adalah wakil rakyat, dipilih oleh rakyat, yakin saja kalau kami akan selalu membantu rakyat kami ini tidak akan menghianati rakyat,” terangnya.

“Aman bae kito ini ado perwakilan anggota  DPR-RI yang berasal dari daerah kito jadi jangan kwater, dan jangan risau , pungsinyo beliau itu dodok di pusat yo mendegarkan apo yang mejadi kendak kito jangan melongok bae nurot bae apo kato wong sano, mati kito kalu macam tu,” ungkapnya menggunakan bahasa Daerah  kabupaten Muratara.

Usai audensi dengan DPRD aliansi masyarakat Muratara lalu membuka Portal yang di pasang masa pada orasi beberapa hari lalu, sekaligus menyatakan sikap akan mengirimkan perwakilan ke pusat dengan tujuan ikut mengantarkan surat penolakan terhadap UU Omnibus Law Cipta kerja.

(Bang putra)

Umum