Sony: Ban ‘BOTAK’ Armada Pemadam Milik DPKPPB Lubuklinggau, Diduga Abaikan Keselamatan Petugas

Sony: Ban ‘BOTAK’ Armada Pemadam Milik DPKPPB Lubuklinggau, Diduga Abaikan Keselamatan Petugas

Murexs.com Lubuklinggau –
Mobil pelat merah milik Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana (DPKPPB)
mati pajak. Terbukti, satu unit armada damkar milik Pemerintah Kota Lubuklinggau, provinsi sumatera selatan ternyata belum membayar pajak selama 2 tahun.

Pantauan awak media di lapangan pada Jum’at (14-10-2022), sempat terekam kamera, satu unit armada milik dinas pemadam kebakaran kota Lubuklinggau, kendaraan yang digunakan bertugas ketika ada kebakaran. Di duga abaikan keselamatan petugas bukan tanpa alasan terdapat ban mobil armada tersebut juga bannya sudah gundul tidak layak di operasi kan lagi.

Hal ini yang membuat ketua LSM Barisan pemuda anti korupsi (BAPAK) angkat bicara, “Sony, merasa miris dengan keadaan mobil pemadam kebakaran yang tidak layak jalan tersebut.

“Tiap tahun dianggarkan untuk biaya pemeliharaan berkala serta pembayaran pajak kendaraan pemadam kebakaran, lalu dikemanakan anggaran perawatan mobil pemadam kebakaran tersebut,” ujar sony penuh tanda tanya.

Selanjutnya sony menegaskan tidak setiap hari ada kejadian kebakaran di Kota Lubuklinggau sehingga untuk kondisi mobil mesti dalam kondisi prima dan siap jalan,

Hal ini sangat membahayakan jiwa para sopir dan petugas kebakaran apabila mendadak ban mobil meletus dalam kondisi kecepatan tinggi,

“Saya menantang Kepala dinas untuk memakai mobil damkar yang tidak layak tersebut 1 bulan saja, jangan hanya duduk nyaman di mobil SUV Inova reborn, biar tau rasanya bertarung dengan maut,”

“Bapak Walikota Lubuklinggau di harapkan  agar mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana sesuai kompetensinya,”harap sony.

Awak media menkonfirmasi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana (DPKPPB) Kota Lubuklinggau, H Luthfi Ishak dengan nomor +62 813-****-**** namun hingga berita ini di terbitkan, belum ada respon sama sekali.


Umum