Terkait Meninggalnya Warga Desa Maur yang terpatok Ular, Ini Penjelasan Humas RSUD Rupit

Terkait Meninggalnya Warga Desa Maur yang terpatok Ular, Ini Penjelasan Humas RSUD Rupit

Murexs.com Muratara–Humas RSUD Rupit Imam mengkonfirmasi peristiwa meninggalnya seorang warga Maur yang tewas terpatok ular minggu malam, dijumpai di ruangannya Senin, (20/04/2020) di RSUD Rupit Imam membenarkan pasien tergigit ular tersebut datang ke RSUD Rupit sore hari bersama rekannya menaiki sepeda motor. Namun ia tidak menangani langsung pasien tersebut karena ia fokus menangani Covid-19.

“Memang benar pasien terpatok ular tersebut datang ke RSUD Rupit dengan tangan terbalut kain hitam dengan rekannya menggunakan sepeda motor. Namun, obat bius untuk bisa ular tersebut kehabisan stok, dan sejak September 2019 sudah dipesan hingga sekarang obat bius tersebut belum kunjung datang”. ujarnya.

ia juga menambahkan bahwasannya “Pihak RSUD Rupit tidak menolak pasien akan tetapi pasien tersebut di minta untuk ke Puskesmas terdekat karena obat bius untuk bisa ular tersebut dimungkinkan terdapat di Puskesmas. Tambahnya.

Naasnya setelah dari RSUD Rupit, perjalanan menuju Puskesmas nyawa pasien bernama Candra itu tidak tertolong. Sehingga ia menghembuskan nafas terakhir pada minggu malam.

Atas kejadian ini pihak RSUD Rupit kedepannya akan memperbaiki pelayanan serta berharap kejadian ini tidak terulang kembali di kemudian hari.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 47 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Kegawatdaruratan Pasal 1 Ayat (1) Menyatakan:
“Pelayanan Kegawatdaruratan adalah tindakan medis yang dibutuhkan oleh pasien gawat darurat dalam waktu segera untuk menyelamatkan nyawa dan pencegahan kecacatan”.
Selanjutnya dijelaskan dalam Pasal 1 Ayat (4) menyatakan:
“Pasien gawat darurat yang selanjutnya disebut pasien adalah orang yang berada dalam ancaman kematian dan kecacatan yang memerlukan tindakan medis segera”.

Dari peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia di atas jelas bahwasanya pasien dalam kondisi gawat darurat harus segera ditangani karena hal tersebut mengancam nyawa si pasien. Dalam hal ini pihak RSUD Rupit telah melakukan kelalayan dalam menangani pasien gawat darurat.
(Julia)

Kesehatan